Home Forum Statistika Uji asumsi klasik

Melihat 8 tulisan - 1 sampai 8 (dari total 8)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #1110 Balas
    Hani
    Tamu

    Perkenalkan saya hani
    Saya sedang menguji data dengan menggunakan spss, setelah saya uji, data saya lolos semua kecuali normalitas. Akhirnya saya mentransformasi data saya dan akhirnya lolos normalitas, namun ketika saya uji yang lainnya uji autokorelasi tidak lolos, apakah ada solusi untuk permasalahan tersebut? Apakah saya harus menggunakan data sblm transformasi denga catatan data tidak normal atau data yg sudah di transformasi dengna catatan data berautokorelasi?

    Mohon pencerahannya🙏
    Terimakasih

    #1114 Balas
    R-Stats
    Keymaster

    Menurut saya, data sebelum transformasi lebih baik digunakan untuk analisis regresi karena interpretasinya lebih mudah. Jika uji normalitas tidak terpenuhi maka kita bisa melakukan penambahan sampel.

    Jika penambahan sampel tidak memungkinkan atau uji notmalitas masih tidak terpenuhi maka silakan melakukan transformasi data.

    Uji autokorelasi tidak harus dilakukan, kecuali jika data yang digunakan adalah data runtun waktu. Pastikan juga bahwa pengambilan sampel independen.

    #1111 Balas
    Hani
    Tamu

    Perkenalkan saya hani
    Saya sedang menguji data dengan menggunakan spss, dan saya menggunakan metode sampling jenuh dan di beberapa buku saya membaca jika metode sampling jwnuh maka tidak diperlukan uni signifikansi, itu maksudnya bagaimana ya?

    Mohon pencerahannya🙏
    Terimakasih

    #1115 Balas
    R-Stats
    Keymaster

    Teknik sampling jenuh merupakan melakukan observasi terhadap seluruh populasi atau disebut juga dengan sensus. Data sensus biasanya tidak digunakan dalam statistik inferensial, dengan demikian tidak ada uji signifikansi.

    #1118 Balas
    Hani
    Tamu

    Maksudnya tidak ada uji signifikansi itu bagaimana?

    #1130 Balas
    R-Stats
    Keymaster

    Uji signifikan maksudnya pengujian yang dilakukan secara statistik didasarkan pada distribusi peluang, misalnya distribusi yang sering digunakan adalah distribusi normal baku (standar).

    #4593 Balas
    Sultan
    Tamu

    Untuk apa dilakukan uji asumsi klasik ? Apakah perlu uji asumsi klasik dalam regresi jika hanya mencari tahu bahwa terdapat pengaruh atau tidak dan seberapa besar pengaruhnya ?

    #4596 Balas
    R-Stats
    Keymaster

    Uji asumsi klasik pada regresi linier berganda dilakukan agar memenuhi persyaratan pembentukan model regresi.

    Pada pembentukan model regresi diasumsikan error berdistribusi normal sehingga selanjutnya dilakukan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) untuk mengestimasi parameter untuk membentuk.

    Asumsi tidak terjadi multikolinieritas digunakan agar korelasi antara peubah bebas tidak ada, saat estimasi parameter yaitu \(X’X\) tidak sama dengan nol. Jika \(X’X\) sama dengan 0 akibatnya estimasi parameternya tidak terbentuk.

    Asumsi homokedastisitas diperlukan agar regresi memiliki minimum varian. Jika tidak homokedastisitas artinya terjadi heterokedastisitas, yang artinya varian membesar sehingga model regresi tidak efisien.

    Autokorelasi artinya terdapatnya korelasi pada variabel error itu sendiri. Terjadinya autokorelasi menyebabkan standar error menjadi tinggi.

Melihat 8 tulisan - 1 sampai 8 (dari total 8)
Balasan Untuk: Uji asumsi klasik
Informasi Anda: